advertisement

Jumat, 04 Agustus 2017

Pernikahan sukses anak cucu

Inspired by: Ps. Eddy Leo


Perceraian terjadi karena kekerasan hati.

Pernikahan bukan tidak boleh terjadi, tapi tidak bisa terjadi.

Standard Pernikahan adalah seperti pernikahan awak mula terjadi ketika dosa belum terjadi di muka bumi.

Sering kali kita menetapkan standard yg melenceng dr pernikahan yang semula.

Pernikahan yg semula: Kej 1: 21


Allah sudah saling mengasihi sejak sebelum manusia ada. Manusia yg menurut gambar dan rupa KITA dln ayat ini adalah saling mengasihi. Krn Allah sudah saling mengasihi.

Kenapa manusia harus berkuasa? Untuk mengalahkan kegelapan. Inilah tujuan Allah menciptakan keluarga yaitu mengalahkan kegelapan melalui kerajaan Allah yg diciptakan di dalam keluarga.

Pernikahan adalah perluasan keluarga Allah.


Kejatuhan manusia ke dalam dosa, keadaan menjadi terbalik. Yaitu dunia menjadi menguasai dunia. Sampai saat ini masih terjadi. Alam menguasai kita melalui berbagai bencana, dan binatang juga menguasai kita. Buktinya penyakit banyak datangnya dari binatang.

Tumbuhan juga menguasai kita contohnya Tembakau, Ganja dan obat2an juga berasal dr tumbuhan.

Tuhan mau pulihkan Keluarga supaya kita berkuasa atas Alam/Bumi.

Bagaimana caranya agar kita kembali berkuasa atas bumi?

Praktekkan "KITA" yaitu saling mengasihi.

Bagaimana caranya?

Selasa, 25 Oktober 2016

Pemimpin Jangan Lakukan Kesalahan Ini


Seorang pemimpin sering kali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadari apalagi jika seorang pemimpin itu masih di usia muda. Berikut 5 kesalahan yang kamu bisa hindari sehingga memaksimalkan kepemimpinanmu.

#5. Salah Menilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah landasan dan bahan bakar dalam sebuah hubungun. Seorang pemimpin harus bisa mempercayai orang-orang yang dipimpinnya tanpa menaruh rasa curiga. Apabila ada diantara orang-orang yang dipimpin merupakan orang yang tidak dapat dipercaya, seorang pemimpin dapat berterus terang terhadap orang tersebut dan kemudian menolongnya untuk menjadi orang yang dapat dipercaya. Jika masih belum dapat dipercaya juga, berterus teranglah kepadanya kalau Anda belum dapat mempercayainya.

#4. Mencoba Menolong Semua Orang
Kita tidak dapat menolong semua orang. Ada beberapa attitude orang yang dapat layak dibantu:

1. Bersyukur, tidak menuntut
2. Keinginan untuk menolong orang lain
3. Komitmen untuk melakukan misi organisasi dari pada diri sendiri.
4. Mengalami kemajuan
5. Dapat diajar

#3. Membangkitkan Pemimpin Baru
Banyak pemimpin yang tidak dapat membangkitkan pemimpin baru, dengan melakukan tiga kesalahan fatal berikut ini

- Melakukan terlalu banyak sendirian
- Mengkader pemimpin sesaat ketika dia diangkat menggantikan pemimpin yang lama
- Tidak menyampaikan tujuan dan petunjuk secara jelas.

Lalu apa yang dapat kita lakukan dalam mengembangkan atau memunculkan seorang pemimpin baru?
- Latih pemimpin, tidak hanya mengajar mereka
- Menjelaskan parameter secara tertulis
- Mentor pemimpin yang menjadi fokus.

#2. Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Tolok Ukur Keberhasilan Organisasi
Banyak pemimpin menjadikan kemajuan dan kondisinya sebagai tolak ukur keberhasilan pelayanannya yang sebenarnya hal ini adalah kesalahan fatal.

#1. Penyelesaian Tekanan dalam Organisasi
Berikut cara-cara efektif dalam menyelesaikan tekanan dalam Organisasi:
- Memahami masalah apa yang terjadi dalam aktivitas, kepercayaan, ataupun komunitas dalam oraganisasi.
- Cari sahabat-sahabat yang tidak ada dalam organisasi yang anda pimpin.
- Cari pembimbing Rohani yang dapat menolong anda
- Kembangkan hubungan pribadi dengan Tuhan.

Kamis, 06 Oktober 2016

Mel Gibson Merilis Film Rohani Terbaru Hacksaw Ridge

Source: ChristianToday.com

Mel Gibson mendpatkan standing ovation selama sepuluh menit di karpet merah dalam Premier film terbarunya yang berjudul "Hacksaw Ridge" dari para kritikus film.

Film ini menceritakan seorang tentara bernama Desmond T Doss (Andrew Garfield) yang memiliki iman Kristen yang kuat dan menganut paham pasifisme pada perang dunia ke II. Cerita dalam film ini diambil dari kisah nyata seorang pahlawan perang yang dianugerahi Medal of Honor karena menyelamatkan puluhan tentara yang terluka pada waktu itu. Doss akhirnya dapat menyelamatkan 75 orang di Okinawa dengan hanya satu tembakan peluru.

Doss merasa bahawa imannya tidak mengijinkan dia membunuh dalam pertempuran, namun ia juga menyadari bahwa ia tidak dapat menyangkal perintah untuk berkorban dan membela negaranya. Meskipun ia menolak untuk berperang dengan senjata, keteguhan dan keberaniannya berteriak keras untuk  melawan musuh daripada teman-temannya.

Tentara ini awalnya dipermalukan, dikritik, dan bahkan dipukul oleh teman-temannya sendiri, namun dia dengan cepat mendapatkan rasa hormat mereka dengan cara yang tidak pernah mereka sadari. Kelembutannya yang kuat, mengasihi sesama, dan imannya yang tidak mengenal rasa takut terjalin dalam film ini sehingga dianggap akan mendapatkan nominasi dalam Oscar. Film ini direncanakan akan rilis pada 4 November di Amerika Serikat.

"Kita perlu banyak memberi perhatian kepada tentara kita, mereka membutuhkan kasih sayang dan pengertian. Saya harap film ini dapat menyampaikan pesan itu. Jika tidak yah demikian, itu bagus," kata Gibson

Gibson sangat intens untuk terus menghasilkan karya film berdasarkan iman, dan film selanjutnya sepertinya adalah sekuel dari film Passion of the Christ berdasarkan kebangkitan Tuhan, menurut laporan Christian Today.

Saksikan triler film tersebut berikut ini.

Rabu, 15 Juni 2016

Kepribadian Seorang Pemimpin

personal strengths
Pemimpin sudah sewajarnya adalah seorang yang memberi pengaruh kepada orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin seharusnya sadar bahwa dia memiliki wibawa yang harus terus dijaga sehingga orang yang dipimpinnya dapat terus mengikutinya.

Salah satu cara bagi seorang pemimpin untuk tetap memiliki wibawa dihadapan para anggota atau orang-orang yang dipimpinnya adalah dengan mengetahui dan menyadari bahwa dia memiliki kekuatan pribadinya sendiri.

Sayangnya banyak pemimpin memiliki kesadaran yang rendah mengenai kekuatan pribadinya bahkan lebih menyadari kelemahan pribadi mereka sendiri.

Jika seorang pemimpin menyadari dan dapat memanfaatkan kekuatan pribadinnya dapat membawa perubahan dalam organisasinya. Jika kita berfokus kepada kelemahan hanya akan membawa sedikit perubahan ke arah yang lebih baik, bahkan cenderung akan stag dan dapat dikalahkan oleh pesaing.



Baca juga:
Kepribadian Pemimpin Hebat
Pemimpin Kreatif

Tuhan memberi kita karunia dan urapan untuk melakukan segala sesuatu dengan sangat baik di manapun dan apapun pekerjaan kita yang Tuhan percayakan kita kerjakan. masalahnya banyak diantara kita gagal menyadari kekuatan ini sehingga kita gagal melakukan yang terbaik dalam pekerjaan dan tanggung jawab kita.

Para pemimpin akan melakukan yang terbaik ketika mereka menumukannya dan bekerja dengan kekuatan pribadi mereka.

Jumat, 08 April 2016

Sonya Depari Layakkan menerima Maaf?

pidas81.org
Dua hari belakangan timeline penuh dengan pembahasan "anak jenderal". Pertama kali melihat tayangan video di facebook yang dibagikan salah seorang teman saya. Respon saya awalnya datar saja walau sempat memberi "penilaian kasihan anak ini kenapa begitu angkuh", tapi tidak serta merta menghakimi si pelaku utama di cerita yang viral tersebut.

Sonya Ekarina Sembiring Depari

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/handrini/anak-jenderal-dan-kejamnya-penghakiman-publik-di-media-sosial_5707484b6023bd1c067ec9ab
Sonya Ekarina Sembiring Depari memang melakukan hal yang sangat disayangkan, karena mencatut nama pamannya atau bapa uda (budaya batak-red), dalam kebudayaan karo dan toba bapa uda, pak uda adalah adik dari ayah kandung kita, seorang pria karo menganggap anak dari saudara laki-lakinya adalah anaknya. Jadi dalam hal ini Soraya tidak salah mengatakan kalau dia anak dari Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari.

Saya tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh Soraya, namun sebenarnya diantara kita yang menghakimi Soraya dengan kelakuannya juga sering melakukan hal yang sama, kita cenderung mencatut nama orang yang kita kenal di sebuah instansi ketika kita memiliki keperluan dengan instansi tersebut. Perbedaannya kita dengan Soraya, dia terlalu muda untuk menyadari apa yang dilakukannya direkam oleh media massa dan ia juga terlalu emosi untuk menyadari resiko apa yang dilakukannya.

Lantas kita sebagai orang yang "sudah benar" menurut kita dengan latahnya menyebarkan aib Soraya ke seluruh jaringan pertemanan kita di medai sosial. Sementara kita tidak dirugikan sama sekali secara langsung dengan apa yang sedang terjadi. Pengakiman sosial yang dilakukan dengan singkat telah merenggut nyawa orang tuanya Makmur Depari, setelah diberitakan sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan.

Saya mengutip pernyatan Arman Dhani di Midjournal menulis sebuah artkel berjudl Penghakiman Media dan Kita.

Ada baiknya kita mengambil jeda dan belajar untuk menahan diri. Bahwa segala hal, khususnya di media sosial, tak perlu dikomentari. Juga pengertian ada hal-hal yang bisa berimbas pada tiap kata, perilaku dan sikap kita pada sebuah tema yang kita hadapi. Tapi tak semua orang punya rem itu. Saya seringkali lalai dan abai menggunakan rem dan lebih suka menggunakan klakson untuk bersiap. Kita barangkali lebih suka keramaian dan hiruk pikuknya, ketimbang berhenti sebenar dan belajar berpikir lebih lama.
Saya sangat setuju dengan pernytaan dari Arman Dhani selayaknya kita lebih bijak dan lebih dapat mengendalikan diri dalam menghakimi orang lain melalui media sosial. Kita perlu melihat diri kita, apakah kita sudah terlalu sempurnya untuk dengan cepat memberi penghakiman kepada orang lain.

Kita harus melihat dengan penuh pertimbangan, bahwa semua orang punya kesalahan. Lantas terlalu beratkah apa yang dilakukan Sonya sehingga dia layak menerima kematian ayahnya. Saya pikir kita semua harus belajar dari apa yang terjadi tidak ketinggangan Sonya.

Saya sudah menduga kejadian ini akan berakibat sangat buruk setelah pertama sekali membaca berita pencatutan ini, awalnya saya berfikir Sonya akan sangat malu dan bisa menderita gangguan mental karen bully yang diterimanya. Sayang sekali ternyata yang lebih buruk terjadi.

Kita perlu belajar jika kita memiliki karakter yang hampir mirip dengan Sonya, tapi kita juga belajar untuk menahan diri, lebih baik kita memberi masukan-masukan yang lebih bermanfaat terhadap generasi muda kita, dari pada memberi kata-kata makian dan kotor. Saya sempat membaca komentar-komentar provokasi yang menyatakan "lebih baik bunuh diri dari pada malu dengan perbuatan memalukan yang dilakukan Sonya.

Seberapa fatalnya pun kesalahan yang dilakukan Soraya, dia layak menerima maaf.

Hot News Bagaimana memiliki Rumah Nyaman dan Segar?
Sonya Ekarina Sembiring Depari

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/handrini/anak-jenderal-dan-kejamnya-penghakiman-publik-di-media-sosial_5707484b6023bd1c067ec9ab
Sonya Ekarina Sembiring Depari

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/handrini/anak-jenderal-dan-kejamnya-penghakiman-publik-di-media-sosial_5707484b6023bd1c067ec9ab
 

Kawanan Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates