Kamis, 23 April 2026

Akhir Jeda


Menemukan Jeda dalam Biru yang Abadi

Sudah cukup lama jemari ini tidak menari di atas papan ketik, membiarkan ruang digital ini berdebu oleh waktu. Ada kalanya, dunia berjalan begitu cepat hingga kita lupa bagaimana caranya berhenti sejenak—bukan untuk menyerah, melainkan untuk bernapas. Hari ini, di hadapan hamparan biru Danau Toba yang tenang, saya menemukan alasan itu kembali.

Melihat Danau Toba bukan sekadar melihat genangan air raksasa di dalam kaldera purba. Ia adalah sebuah pengingat visual tentang bagaimana sebuah guncangan hebat di masa lalu—sebuah ledakan supervulkan yang dahsyat—pada akhirnya bisa berubah menjadi pemandangan paling damai yang pernah disaksikan mata manusia.

Kedamaian: Pelajaran dari Permukaan Air

Dalam foto ini, air tampak seperti cermin bagi langit. Riaknya tipis, seolah ia sedang berbisik agar kita tidak perlu terburu-buru. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang menuntut kita untuk selalu "aktif" dan "produktif", kedamaian seringkali terasa seperti kemewahan yang mahal. Namun, duduk di tepi danau ini menyadarkan saya bahwa kedamaian bukanlah ketiadaan masalah, melainkan kemampuan untuk tetap tenang di tengah luasnya tantangan.

Seperti kedalaman Toba yang misterius namun tenang di permukaan, kita pun bisa melatih diri untuk tidak mudah terombang-ambing oleh opini orang lain atau tekanan keadaan. Ada kekuatan dalam ketenangan. Ada kejernihan yang hanya bisa didapat saat kita berhenti sejenak dari kebisingan dunia luar.

Harapan: Sejauh Cakrawala Memandang

Garis perbukitan hijau yang memagari danau ini seolah menjadi pelindung bagi harapan-harapan yang kita tanam. Jika Anda perhatikan, awan putih yang menggantung rendah memberikan kontras yang sempurna pada langit yang cerah. Ini adalah metafora yang indah: bahwa mendung tak selalu membawa badai; terkadang ia hadir hanya untuk mempercantik cakrawala hidup kita.

Menulis kembali setelah sekian lama adalah bentuk harapan bagi saya. Harapan bahwa kata-kata masih memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, menginspirasi, dan menghubungkan satu jiwa dengan jiwa lainnya. Kita semua pernah berada di titik jenuh, di mana masa depan tampak seperti kabut tipis di atas air. Namun, lihatlah bagaimana matahari tetap mampu menembus celah-celah bukit itu. Harapan selalu ada bagi mereka yang mau membuka mata dan hati.

Menutup Jarak, Membuka Lembaran Baru

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak Anda—dan diri saya sendiri—untuk merayakan "jeda". Jangan merasa bersalah jika Anda harus menepi sejenak dari rutinitas. Dunia tidak akan runtuh hanya karena Anda mengambil waktu untuk menikmati segelas kopi sambil memandang cakrawala. Justru dalam jeda itulah, kita seringkali menemukan perspektif baru yang lebih segar.

Danau Toba telah berdiri di sana selama ribuan tahun, melewati berbagai zaman, namun ia tetap menawarkan keindahan yang sama bagi siapa pun yang datang dengan hati terbuka. Begitu pula dengan hidup. Meski banyak yang berubah, inti dari kedamaian tetap sama: ia ada di dalam sini, di dalam dada kita, menunggu untuk diakui.

Selamat datang kembali di blog ini. Mari kita melangkah lagi, perlahan namun pasti, dengan hati yang lebih tenang dan harapan yang setinggi puncak-puncak Samosir.

Sabtu, 21 November 2020

Bagaimana Lepas dari Perasaan Bersalah dan Tertuduh?

Kita semua pernah memiliki perasaan bersalah dan tertuduh oleh karena berbagai kesalahan dan perbuatan kita yang sangat kita sesali. Kita di tuduh oleh pikiran kita sendiri ataupun kita mendengar suara dari hati nurani kita sendiri. Tidak jarang kita merasa kesal dengan diri sendiri, bahkan merasa kita tidak layak dan tidak bernilai. Bahkan kita malah berfikir bahwa kita pasti akan mengulanginya. Bagaimana kita mengatasi ini? 

Rasa bersalah merupakan sesuatu yang timbul akibat terjadinya sebuah peperangan di pikiran dan hati nurani kita dengan perbuatan-perbuatan yang kita sesali dalam hidup kita. Peperangan ini seringkali dimenangkan oleh hal-hal negatif yang dipengaruhi oleh penilaian-penilaian yang kita setujui di masyarakat. Yang merupakan nilai-nilai yang belum tentu Alkitabiah tapi kita anggap sebagai suatu kebenaran.

Kebenarannya adalah bahwa kita adalah pribadi yang sudah di miliki oleh Tuhan sejak kita dirancangkan dalam pikiranNya. Sejak awal Tuhan mengasihi kita, bahkan dalam keadaan kita berdosa dan sangat-sangat menentang Dia, Tuhan selalu setia dan mengasihi kita.

Musuh tidak lagi punya kuasa untuk menuduh kita, karena tujuan kematian Yesus di kayu salib sudah jelas, menebus kita dari segala hutang-hutang dosa kita. Jadi jika saat ini kita masih memiliki perasaan atau pikiran tertuduh dan bersalah, segera pindah posisi ke posisi yang benar yaitu tempat di mana kita adalah orang-orang yang sudah menang, sekalipun kita masih jatuh. Ini akan perlahan-lahan merubah cara pandang kita terhadap diri kita sendiri dan memberikan kita kekuatan untuk berubah.

Di dalam Dia kita sudah disunat dengan sunat yang dilakukan tanpa tangan, dengan menanggalkan tubuh dari dosa-dosa daging, dengan sunat Kristus, dikuburkan dengan Dia dalam baptisan, di mana kita juga dibangkitkan bersama-Nya melalui iman dan kuasa Tuhan yang telah membangkitkan Dia dari kematian.

Kol 2: 11-15
 11Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
13Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Para penuduh yang kita kenal sebagai Setan, dulu berdiri di hadapan Allah dan menuduh kita siang dan malam. Tetapi sekarang karena Yesus Kristus, melalui iman dalam pekerjaan-Nya, kita berdiri tanpa noda di hadapan takhta. Dalam Wahyu, kita melihat hasil karya Yesus melawan Setan dan apa yang benar-benar Dia lakukan untuk kita menjadi pendamaian bagi dosa kita. Rasul Yohanes dengan berani menyatakan apa yang dia lihat sekarang, berdiri di hadapan Allah yang kudus. Penuduh telah diusir dari tempat kudus di hadapan takhta Allah, dan sekarang Yesus berdiri di tempat-Nya, senantiasa menjadi perantara bagi kita. Hari ini Yesus berdiri sebagai Imam Besar kita, dan Anda dan saya diberkati berdasarkan kedudukan benar dari Imam Besar.

Merenungkan Kolose 2:11-15 setiap hari akan membantu Anda dan saya untuk lepas dari semua tuduhan-tuduhan dan fokus kepada Kristus yang akan mengubah hidup Anda dan saya.

Kamis, 10 Mei 2018

Makna Kematian, Kebangkitan, dan Kenaikan Yesus

Kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus berhubungan dengan kita.

Apa yang diwariskan Adam kita bawa sampai hari ini. Ron 5:12.

Rom 5:15-16
Apa yang di bawa satu orang Yesus yaitu Anugerah kebenaran Kasih Karunia dalam pengampunan maka semua orang beroleh kebenaran.

Kol 3:3
Sesungguhnya kita juga sudah mati dan tersembunyi di dalam Kristus.

Rom 6:6

Implikasi kematian
1. Dosa kita diampuni
2. Kita dimampukan bersekutu dengan Allah

Kebiasaan org meneken dosa. Seperti menekan bola ke dalam air.
Orang yang mewarisi dosa adam cepat atau lambat pasti berbuat dosa.

Orang yang memiliki benih kristus bisa tidak berbuat dosa.

Orang yang punya benih adam cepat atau lambat satu kali bisa pasti berbuat dosa.

Kalau tidak disalibkan maka tidak akan ada kebangkitan.

Kenapa kita masih berbuat dosa:
- krn blm mati/disalibkan
- krn tidak mau di salibkan/ego/lebih suka sama diri sendiri

Kalau mau hidupn harus mau mati.
Keinginan mengontrol diri sendiri. : tidak mau mati.

Org yg mau dioperasi harus dibius dl.
Operasi jiwa kita kita tidak dibius. Makanya sakit

Dari mana kita tahu kita sudah mati, kita tidak bereaksi thd apapun.

Tuhan mengoperasi jiwa kita saat kita mati. Maka kitapun sembuh.

Kita sering bertindak sepertib orang yang tidak pandai berenang yg mengangga benteng dan langsung nyebur dan kemudian berusaha menyelamatkan diri namun akhirnya makin tenggelam.

Orang yg pintar berenang dan tau cara menyelamatkan akan menunggu org tenggelam tersebut menyerah dan lelah baru di selamatkan. Kalau masih meronta di biarin dl sampai lemas karena kalau di tolong saat meronta bisa membuat keduanya tenggelam.

Ada kemungkinan hidup kita spt Yesus. Tapi tidak mudah. Kita harus mau mati.


Kristus ke Sorga berbicara pemerintahan dan Dia mau kita juga memerintah bersama dia 

Kol 3:1

Sabtu, 10 Februari 2018

Aplikasi Facebook untuk Anak

Facebook sedang mempersiapkan Facebook Messenger Kids sejak tahun lalu. Seorang ahli kesehatan mental telah menyurati CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk menangguhkannya. Namun Facebook sepertinya acuh dan meneruskan proyek ini.

Proyek ini akan menyasar anak dengan usia 6 tahun ke atas. Padahal seorang ahli psychiatrist Kristen Daniel Amen seperti dikutip dari laman Charismanews mengatakan sebaiknya anak diijinkan memegang ponsel ketika menginjak usia 16 tahun paling tidak.

Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu dengan gadget akan mengalami kemerosotan mental dan fisik dan mudah stess.

Dalam sebuah email kepada CBN News, perwakilan Facebook Communications Anabel Gould mengatakan meskipun ada kritik atas Facebook Messenger Kids dari para profesional kesehatan anak-anak, "Kami tidak akan menghentikan aplikasi ini," ia menambahkan, "Kami bekerja dengan banyak ahli termasuk dokter anak dalam mengembangkan aplikasi ini. Kami memiliki komite penasihat lebih dari selusin ahli yang bekerja sepanjang prosesnya. "

Facebook memberikan berbagai filter untuk membantu orangtua mengawasi aktivitas anak-anak seperti pesan yang tidak dapat dihapus kecuali oleh orangtua, akun yang dapat seketika atau kapan saja dapat ditutup oleh orangtua.

Namun, bahkan jika tindakan ini melindungi anak-anak dari predator online dan intimidasi, Dr. Amen mengatakan bahwa orang tua seharusnya tetap mengatakan tidak. "Bahkan dengan kontrol orang tua, saya pikir Anda harus menghindarinya," dia menjelaskan, "karena ini bekerja di otak mereka untuk menyebabkan mereka membutuhkannya. Bahkan jika aman, mereka menyiapkannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggunakannya. mereka tumbuh, dan semua penelitian yang saya tahu mengatakan itu hal yang buruk.

Selain penelitian ilmiah yang berhubungan dengan anak-anak dan media sosial, Dr. Amen juga mengacu pada apa yang secara pribadi disaksikan di kantornya sendiri. "Sebagai psikiater anak, saya telah menangani banyak krisis yang berkaitan dengan penggunaan internet yang tidak tepat," menambahkan, "Ini adalah bagian kehidupan yang berisiko, di mana anak-anak, karena mereka tidak memiliki pemikiran, perencanaan, penghakiman, mereka pada akhirnya akan memposting hal-hal yang dapat menyakiti mereka untuk waktu yang sangat lama, apakah itu gambar yang tidak pantas atau bahasa yang tidak pantas. "

Sebaiknya orangtua dapat mendidik anak-anak dan mengajarkan serta melatih mereka untuk tidak bermain gatget sampai usia yang cukup demi perkembangan dan pertumbuhan mereka

.

Sumber: CBN/ Charismanews.com

Jumat, 04 Agustus 2017

Pernikahan sukses anak cucu

Inspired by: Ps. Eddy Leo


Perceraian terjadi karena kekerasan hati.

Perceraian bukan tidak boleh terjadi, tapi tidak bisa terjadi.

Standard Pernikahan adalah seperti pernikahan awal mula terjadi ketika dosa belum terjadi di muka bumi. Sering kali kita menetapkan standard yg melenceng dr pernikahan yang semula.

Pernikahan yg semula: Kej 1: 21


Allah sudah saling mengasihi sejak sebelum manusia ada. Manusia yg menurut gambar dan rupa KITA dln ayat ini adalah saling mengasihi. Krn Allah sudah saling mengasihi.

Kenapa manusia harus berkuasa? Untuk mengalahkan kegelapan. Inilah tujuan Allah menciptakan keluarga yaitu mengalahkan kegelapan melalui kerajaan Allah yg diciptakan di dalam keluarga.

Pernikahan adalah perluasan keluarga Allah.


Kejatuhan manusia ke dalam dosa, keadaan menjadi terbalik. Yaitu dunia menjadi menguasai dunia. Sampai saat ini masih terjadi. Alam menguasai kita melalui berbagai bencana, dan binatang juga menguasai kita. Buktinya penyakit banyak datangnya dari binatang.

Tumbuhan juga menguasai kita contohnya Tembakau, Ganja dan obat2an juga berasal dr tumbuhan.

Tuhan mau pulihkan Keluarga supaya kita berkuasa atas Alam/Bumi.

Bagaimana caranya agar kita kembali berkuasa atas bumi?

Praktekkan "KITA" yaitu saling mengasihi.

Bagaimana caranya?

Selasa, 25 Oktober 2016

Pemimpin Jangan Lakukan Kesalahan Ini


Seorang pemimpin sering kali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadari apalagi jika seorang pemimpin itu masih di usia muda. Berikut 5 kesalahan yang kamu bisa hindari sehingga memaksimalkan kepemimpinanmu.

#5. Salah Menilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah landasan dan bahan bakar dalam sebuah hubungun. Seorang pemimpin harus bisa mempercayai orang-orang yang dipimpinnya tanpa menaruh rasa curiga. Apabila ada diantara orang-orang yang dipimpin merupakan orang yang tidak dapat dipercaya, seorang pemimpin dapat berterus terang terhadap orang tersebut dan kemudian menolongnya untuk menjadi orang yang dapat dipercaya. Jika masih belum dapat dipercaya juga, berterus teranglah kepadanya kalau Anda belum dapat mempercayainya.

#4. Mencoba Menolong Semua Orang
Kita tidak dapat menolong semua orang. Ada beberapa attitude orang yang dapat layak dibantu:

1. Bersyukur, tidak menuntut
2. Keinginan untuk menolong orang lain
3. Komitmen untuk melakukan misi organisasi dari pada diri sendiri.
4. Mengalami kemajuan
5. Dapat diajar

#3. Membangkitkan Pemimpin Baru
Banyak pemimpin yang tidak dapat membangkitkan pemimpin baru, dengan melakukan tiga kesalahan fatal berikut ini

- Melakukan terlalu banyak sendirian
- Mengkader pemimpin sesaat ketika dia diangkat menggantikan pemimpin yang lama
- Tidak menyampaikan tujuan dan petunjuk secara jelas.

Lalu apa yang dapat kita lakukan dalam mengembangkan atau memunculkan seorang pemimpin baru?
- Latih pemimpin, tidak hanya mengajar mereka
- Menjelaskan parameter secara tertulis
- Mentor pemimpin yang menjadi fokus.

#2. Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Tolok Ukur Keberhasilan Organisasi
Banyak pemimpin menjadikan kemajuan dan kondisinya sebagai tolak ukur keberhasilan pelayanannya yang sebenarnya hal ini adalah kesalahan fatal.

#1. Penyelesaian Tekanan dalam Organisasi
Berikut cara-cara efektif dalam menyelesaikan tekanan dalam Organisasi:
- Memahami masalah apa yang terjadi dalam aktivitas, kepercayaan, ataupun komunitas dalam oraganisasi.
- Cari sahabat-sahabat yang tidak ada dalam organisasi yang anda pimpin.
- Cari pembimbing Rohani yang dapat menolong anda
- Kembangkan hubungan pribadi dengan Tuhan.

Kamis, 06 Oktober 2016

Mel Gibson Merilis Film Rohani Terbaru Hacksaw Ridge

Source: ChristianToday.com

Mel Gibson mendpatkan standing ovation selama sepuluh menit di karpet merah dalam Premier film terbarunya yang berjudul "Hacksaw Ridge" dari para kritikus film.

Film ini menceritakan seorang tentara bernama Desmond T Doss (Andrew Garfield) yang memiliki iman Kristen yang kuat dan menganut paham pasifisme pada perang dunia ke II. Cerita dalam film ini diambil dari kisah nyata seorang pahlawan perang yang dianugerahi Medal of Honor karena menyelamatkan puluhan tentara yang terluka pada waktu itu. Doss akhirnya dapat menyelamatkan 75 orang di Okinawa dengan hanya satu tembakan peluru.

Doss merasa bahawa imannya tidak mengijinkan dia membunuh dalam pertempuran, namun ia juga menyadari bahwa ia tidak dapat menyangkal perintah untuk berkorban dan membela negaranya. Meskipun ia menolak untuk berperang dengan senjata, keteguhan dan keberaniannya berteriak keras untuk  melawan musuh daripada teman-temannya.

Tentara ini awalnya dipermalukan, dikritik, dan bahkan dipukul oleh teman-temannya sendiri, namun dia dengan cepat mendapatkan rasa hormat mereka dengan cara yang tidak pernah mereka sadari. Kelembutannya yang kuat, mengasihi sesama, dan imannya yang tidak mengenal rasa takut terjalin dalam film ini sehingga dianggap akan mendapatkan nominasi dalam Oscar. Film ini direncanakan akan rilis pada 4 November di Amerika Serikat.

"Kita perlu banyak memberi perhatian kepada tentara kita, mereka membutuhkan kasih sayang dan pengertian. Saya harap film ini dapat menyampaikan pesan itu. Jika tidak yah demikian, itu bagus," kata Gibson

Gibson sangat intens untuk terus menghasilkan karya film berdasarkan iman, dan film selanjutnya sepertinya adalah sekuel dari film Passion of the Christ berdasarkan kebangkitan Tuhan, menurut laporan Christian Today.

Saksikan triler film tersebut berikut ini.

Akhir Jeda

Menemukan Jeda dalam Biru yang Abadi Sudah cukup lama jemari ini tidak menari di atas papan ketik, membiarkan ruang digital ini berdebu ol...